Harapan Jadi Juara Sudah Pupus

Kini BandarTaruhan menyediakan jenis permainan baru seperti permainan Sabung Ayam & Number Game ( Spin Bola )
BandarTaruhan memberikan bonus komisi Sportsbook sebesar 15%, Live Casino dengan rollingan sebesar 0.7% & Permainan Tangkas dengan CashBack 5% , Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga!
Daftar Taruhan Bola
Deposit Dana
Withdraw Dana

Harapan Jadi Juara Sudah Pupus

Sang gelandang mengakui tidak mempedulikan banyak kritik serta spekulasi berkaitan masa depan Antonio Conte.

Cesc Fabregas menampik asumsi yang mengatakan Chelsea tengah dalam periode krisis mendekati partai krusial di Liga Champions kontra klub Barcelona tengah minggu ini. Ia bercerita, beberapa pemain Chelsea pilih bagi meremehkan semua berita negatif berkaitan club.

Terlebih dulu, marak terdengar isu kalau manajer Antonio Conte terancam untuk kehilangan pekerjaannya sesudah kalah beruntun kontra klub Watford (4-1) pada Vicarage Road serta Bournemouth (3-0) pada Stamford Bridge pada awal bulan Februari. Tetapi, Fabregas mengatakan timnya baik-baik saja lepas dari hasil jelek itu.

“Jujur, saya fikir tidak sesuai sama itu,” ungkap Fabregas pada Goal saat di tanya apakah rekanan setimnya terserang efek dari atmosfer negatif itu. “Kami yaitu pemain profesional, yang telah punya kebiasaan dengan spekulasi, karna kami bermain di club besar. Isu serta isu juga akan senantiasa ada.”

“Kami cuma konsentrasi pada permainan kami serta selalu berlatih keras untuk menjangkau tujuan. Saya tidaklah terlalu perduli mengenai apa yang disebutkan beberapa orang mengenai saya. Dalam sepakbola, saat cetak dua gol Anda yaitu yang paling baik, tetapi saat kalah Anda yaitu yang terburuk. Tak ada ruang abu-abu dalam sepakbola,” tuturnya.

Masalah apa sebagai penyebabnya penurunan perform Chelsea pada musim ini, Fabregas mengatakan beberapa aspek, seperti belum juga menyatunya beberapa pemain baru serta banyak cedera hingga buat tim seringkali kelelahan. Walau sekian, gelandang Spanyol itu terasa The Blues masih tetap melakukan musim yang baik.

“Kami mungkin saja sedikit kepayahan pada musim ini, namun saya rasa kami tetaplah bermain baik. Kami mungkin saja tidak ada dalam level maksimum seperti musim kemarin, namun ini tetaplah musim yang baik,” sambung Fabregas.

“Kami masih tetap bersaing di Piala FA, sesi 16 besar Liga Champions, serta tiga point di belakang Manchester United di posisi ke-2 Liga Primer Inggris. Sudah pasti mesti menanti hingga Mei bagi lihat apakah ini yaitu musim yang baik atau jelek.”

Selepas kekalahan telak kontra klub Watford serta Bournemouth, Chelsea segera bangkit dengan menuai dua kemenangan besar menghadapi West Bromwich Albion (3-0) serta Hull City (4-0). “Tim jadi kembali bermain baik serta selalu berkembang hingga keyakinan diri sembuh. Ini perlu karna sepanjang satu-dua bln. ke depan kami hadapi jadwal yang begitu susah,” tuturnya.

Pada musim ini, Fabregas ikut serta seringkali tampak dalam skema permainan Conte daripada musim kemarin, dengan telah mengemas 34 tampilan. Walaupun mulai kembali bermain secara reguler, Fabregas tidaklah terlalu percaya bila Chelsea akan dapat menjaga gelar Liga Primer mengingat jarak bersama dengan pemuncak klassemen Manchester City telah terbentang 19 point.

“Mari jujur pada sendiri, gelar Liga Primer telah pupus. Gap point telah sangat banyak. Mustahil mereka City kalah sebanyak enam kali beruntun serta tim-tim beda semua menang. Ini akan tidak berlangsung, meski tak ada yang mustahil dalam sepakbola,” sambungnya.

“Saya tidak suka menyebutkan ini, namun mereka melakukan musim yang fantastis serta perlu keajaiban bagi dapat menguber mereka. Saat ini, konsentrasi kami yaitu menjaga tempat di Liga Champions serta coba sekali lagi jadi juara liga Primer pada musim depan. Kami juga masih tetap bermain di dua pertandingan perlu, yang jadi tujuan kami.”

Fabregas juga kembali kenang peristiwa pahit musim 2015/16 saat Chelsea terpeleset sampai papan bawah. Bahkan juga Fabregas saat itu pernah menceritakan pada Goal kalau dianya telah lupa langkahnya bermain sepakbola.

“Komentar itu mungkin saja benar. Saya mungkin saja menyebutkannya sedikit terlalu berlebih. Namun saat itu kami tengah ada di posisi ke-16 atau 17 serta kami begitu kesusahan bagi mencetak kemenangan. Satu pengalaman yang buat kami begitu frustrasi. Namun itu memberi kami pelajaran,” ujarnya.